oleh

‘Miris’, Bangunan Proyek DD 181 Juta Ada Anyaman Besi Segitiga

Panca Jaya, SM.com – Pembangun proyek tribun lapangan sepak bola Desa Fajar Baru, Kecamatan Panca Jaya Mesuji melalui dana desa (DD) tahun 2021 yang menelan anggaran ratusan juta rupiah di duga ‘tidak sesuai’ dengan konstruksi.

Pasalnya, menurut keterangan Ufik (47) salah satu narasumber, bangunan tribun 1 lantai berukuran 6×12 dengan pagu senilai Rp.181.210.000 itu terkesan kontruksinya asal-asalan.

Menurutnya, dengan dana sebesar itu, perencanaan kontruksi awal tentu sudah benar-benar matang.

“Ironis, ketika saya mampir melihat pembangunan proyek tribun itu terpampang tulangan besi segitiga (menggunakan 3 besi) dengan cincin besi 6. Sementara untuk cincin tiang jaraknya variatif dari 26 senti sampai ada yang 30cm. Apakah itu sudah di atur dalam RAP atau tidak, itu yang saya lihat,” terangnya.

Dilain pihak, Tri selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) saat di temui dilokasi pekerjaan tidak mau memberikan keterangan terkait adanya besi segitiga tersebut.

“Bangunan tribun ini sudah tiga kali di rehab, dan sekarang di perbaiki lagi. Untuk selanjutnya silahkan ketemu dengan Kepala Desa,” himbau Tri.

Sementara Saridan, S.Pd.I., Kepala Desa setempat tidak mengetahui adanya pekerjaan dengan besi segitiga tersebut.

Dikatakan Saridan, bangunan tribun merupakan proyek dana desa tahap pertama yang masih memakai suplayer.

“Apa iya seperti itu, saya belum tau. Kalaupun benar sepertinya sudah diperbaiki mereka. Karena, selama saya menjabat Kades belum pernah ada warga yang protes masalah bangunan,” jelas Sang Kades.

Senada, Rani yang turut dalam melakukan tugas kontrol sosial dilapangan sangat menyayangkan adanya anyaman besi segitiga.

“Sepertinya kurang logis kalau bangunan tribun 1 lantai ukuran 6×12 meter dengan pagu sebesar itu diselipkan anyaman besi segitiga. Apa rugi nya pihak perencana dan pelaksana pekerjaan menambahkan satu besi lagi untuk memperkuat konstruksi. Apalagi dana yang digunakan bukan dana pribadi tapi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun Indonesia dari desa (DD),” ketus  Rani. (Ex)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed