oleh

Jebakan Bat-Man dan Kubangan Disisi Kota Unit II Tuba

Mesuji,SM. Ketika mendengar kata Unit II, tentu sudah terbayang di benak sebagian besar masyarakat Lampung terutama yang berada di tiga kabuaten/kota, diantaranya Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Tulang Bawang (Tuba) dan Kabupaten Mesuji yang menjadi pintu gerbang perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatra Selatan.

Mengapa tidak, pusat pasar yang menjadi zona perdagangan di wilayah Kecamatan Banjar Agung itu digadang sebagai pusat perekonomian terbesar di Tulang Bawang yang beroprasi siang dan malam.

Selain tempat strategis, Unit II terletak di tengah kampung yang menjelma seperti Ibukota dan saat ini sedang berkembang pesat. Baik dari pertumbuhan ekonomi sampai pembangunan infrastruktur, mulai dari hotel mewah sampai ruko yang bersusun rapih di tepi jalan.

Terlebih ketika dibangun nya dua jalur yang berada di Jalan Ethanol. Dalam sekejab, lampu-lampu median jalan mampu menghipnotis mata yang melihat. Sehingga bisa menambah kesan keindahan sekelilingnya.

Dengan suasana seperti itu, banyak pengusaha yang terangsang untuk menanam saham membuka butik pakaian, resto, maupun kafe anak muda dipingiran jalan. Dengan menyajikan berbagai kuliner dan minuman segar. Sehingga bisa menambah suasana keakraban saat kongkow bersama teman dan keluarga disana.

Tapi Ibarat pepatah, ‘Tak ada gading yang tak retak’, begitupun dengan Unit II, meski telah disulap bak Daerah Istimewa Yogyakarta (Malioboro nya Tuba), tapi tetap tak luput dari keluhan warga.

Seperti yang di ungkapkan Ari (19) warga Tubaba mengatakan, dirinya pernah kepergok masuk dalam jebakan Bat-Man lubang yang ada dibadan jalan jalur dua Ethanol, sehingga menyebabkan pelek roda sepeda motornya retak dan ban pecah.

“Ya, kemarin malam saya ketempat teman lewat lintas timur. Rencananya mau nongkrong di cafe dengan teman-teman yang lain. Gitu dijalan motor saya masuk dilubang. Alhasil, ban dan peleg motor pecah,” sesalnya.

Selain itu sambut Man (20) warga unit I menuturkan, melihat kondisi badan jalan berlubang besar seperti itu jadi ‘Simalakama’.

“Lagi asik kongkow, kalau hujan banjir penuh genangan air, kalau kering malah banyak debu karena kenderaan yang lewat. Kan buat gak nyaman juga sih,” keluhnya.

Terpisah, pemilik Resto yang tidak disebut namanya mengakui, banyak para anak muda perempuan dan lelaki yang sering datang untuk bersantai di kedai miliknya.

Dengan kondisi jalan yang seperti itu, ia berharap pihak terkait dapat segera memperbaiki dan menyulam lubang-lubang menganga yang terpampang dibadan jalan. Demi kemajuan bersama.

“Ya sebagai pelaku usaha dan pengguna fasilitas jalan dari pemerintah, tentu kami sangat mengharapkan perbaikan demi perbaikan. Itu juga kan untuk kelancaran bersama, baik pemerintah maupun masyarakatnya. Karena, salah satu berkembangnya ekonomi dari sebuah wilayah adalah infrastruktur jalan yang mulus dan mempuni,” harap sang pengusaha, Senin,14 Juni 2021. (ek)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed